Category Archives: Divisi Kaderisasi

HIMASAKTA AWARD 2015 & WISUDA EKSAKTA MUDA 2014

HIMASAKTA UNILA, 1/6/2015. Devisi Kaderisasi Himasakta Unila telah menggelar acara tahunan Himasakta yaitu Himasakta Award dan Wisuda Eksakta Muda 2014. Acara tersebut mengusung tema “ Himasakta Punya Cerita, Berikan Karya Terindah untuk P.MIPA. Himasakta award merupakan salah satu bentuk kegiatan yang bertujuan untuk mengapresiasi berbagai prestasi untuk mahasiswa P.MIPA yang memiliki prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional, serta untuk pengurus Himasakta 2014/2015 yang telah berkontribusi selama kepengurusan. Selain itu, penghargaan juga diberikan untuk dosen terbaik masing-masing prodi P.MIPA. Selain Himasakta Award, acara yang dilaksanakan pada Minggu, 31 Maret 2015 itu dibarengi dengan acara wisuda Eksakta Muda 2014. Lebih dari 70 Eksakta Muda Himasakta yang hadir diresmikan lulus menjadi Eksakta Muda Himasakta yang kelak akan meneruskan estafet kepengurusan Himasakta. Berikut daftar pemenang Himasakta Award 2014/2015.

 

DOSEN TERBAIK PER PRODI

Dosen Terbaik Prodi Matematika       : Drs. Pentation Gunowibowo,M.Pd

Dosen Terbaik Prodi Biologi              : Dr. Tri Jalmo, M.Si.

Dosen Terbaik Prodi Fisika                 : Wayan Suana,M.Si.

Dosen Terbaik Kimia                          : Dr. Noor Fadiawati, M.Si.

 

MAHASISWA P.MIPA BERPRESTASI 2014/2015

Ave Suakanila Fauzisar

Ferdianto

Ahmad Hidayat

Adi Nurrahman

Lia Septia

Ahmad Nur Fuadi

Nurhidayat Rosihun

Ahmad Saroji

 

PIMPINAN TERVAFORIT

Risko Apriandi

 

EKSAKTA MUDA BERPRESTASI

Pendidikan Biologi                 : Bella Anjelia

Pendidikan Kimia                   : Ana Zuhriatun Nisa

Pendidikan Fisika                   : Karlina Maya Mulyana

Pendidikan Matematika          : Fandhi Adiatama

 

ANGGOTA DIVISI TERBAIK

Saputra Wijaya                        ( Sosial Masyarakat)

Dessy Puspitasari Rusdiana    (Kaderisasi)

 

EKSAKTA MUDA TERBAIK PER DIVISI

Kaderisasi                               : Umar Abdul Labib

Pendidikan                              : Sandy Kurnia Alfianto

Kerohanian                              : Adi Nurrahman

Sosmas                                    : yusuf

Dana Dan Usaha                     : Ni Wayan Santi

Seni dan Kreatifitas                : Mursidi

Penelitian dan pengembangan : Ahmad Nur Fuadi

 

EKSAKTA MUDA TERBAIK 2014

Eka Septia Budi Asih

 

PESERTA KEEP EKSMUD TERBAIK

Aqwamu Rizal

 

Kami segenap pengurus Himasakta 2014/2015 mengucapkan selamat kepada para pemenang Himasakta Award. dan teruskan estafet kepengurusan Himasakta 2015/2016. (iz)

 

Sosial Masyarakat Himasakta 2014/2015.

 

Belajar untuk Belajar

Hakikatnya hidup ini merupakan rangkaian proses belajar dan menempa diri agar menjadi lebih baik senantiasa. Sungguh, begitu banyak hal dapat disarikan dari perjalanan detik demi detik kehidupan kita. Hal-hal yang kita rasakan, kita lihat, kita dengar, kita keluarkan melalui lisan, semuanya bisa menjadi sesuatu yang sarat makna dan dapat memperkaya khazanah pengalaman kita untuk selanjutnya dijadikan modal bagi proses perbaikan diri, jika kita mau tentunya.
Little things mean a lot, ya, banyak hal kecil yang sesungguhnya memiliki makna yang begitu besar, jika saja kita mau sedikit lebih memperhatikan, sedikit melihat lebih ke dalam, dan sedikit saja berpikir. Ketika kita hanya memandang sesuatu dengan cara biasa, semuanya akan tampak biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa, seakan memang demikianlah seharusnya.
Ketika peristiwa-peristiwa yang kita temui atau kita jalani hanya lewat begitu saja, maka ia hanya akan menjadi masa lalu hampa nilai yang tidak dapat memberikan pengaruh apa-apa. Padahal jika kita mau sedikit saja menggali lebih dalam, mungkin tidak sedikit bekas-bekas berharga yang tertinggal di sana. Sebagaimana halnya mutiara, sebelum ada yang mengeluarkannya dari cangkang sang kerang, tidak ada yang dapat merasakan pancaran keindahannya.
Menjadi pembelajar sejati, hal yang cukup sulit dilakukan saya rasa. Bagi saya, seorang pembelajar sejati akan selalu mencoba mencari celah pembelajaran dari setiap kejadian yang dialaminya maupun kejadian yang dialami oleh orang lain. Sungguh saya ingin menjadi orang seperti itu: yang senantiasa dapat memaknai hidup dari sudut pandang positif, yang mampu melihat nilai-nilai yang belum tersingkap, serta mampu memunculkan keberhargaan walaupun begitu tersembunyi adanya. Siapa yang tahu di dalam cangkang kerang yang gelap tersimpan mutiara yang begitu indah jika tidak ada yang mencoba menyelam ke dasar lautan dan mendapatkannya. Ya, mutiara itu akan tetap ada, terlepas dari apakah ada yang berusaha membuka cangkang kerang tempatnya bersemayam atau tidak.

Belajar, belajar, dan belajar, menunjukkan bahwa manusia benar-benar makhluk yang memiliki banyak kelemahan dalam dirinya. Belajar, bagi saya merupakan bagian dari proses menyaya (diambil dari istilah seseorang dalam sebuah tulisan *meng-aku), menjadi saya, saya yang benar-benar saya, saya yang benar-benar dapat memberikan banyak manfaat bagi orang lain, semoga. Dan proses ini belum akan berhenti sampai ajal menjelang, dan maut datang menjemput. Saat itulah saya baru dapat menunjukkan dan mengatakan “Inilah saya, saya seutuhnya, saya yang sesungguhnya”.